Showing posts with label TEKS DAKWAH. Show all posts
Showing posts with label TEKS DAKWAH. Show all posts

Friday, January 16, 2015

Ceramah Maulid Nabi

0


Ceramah Maulid Nabi: 3 Pengorbanan Rasulullah yang Mengharukan

Saudara-saudaraku, momentum Maulid Nabi seharusnya menjadikan kita lebih mencintai Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, lalu kecintaan itu membuat kita mengikuti beliau dan meneladaninya. Jangan sampai, maulid Nabi justru membuat kita semakin jauh dari sunnahnya.

Untuk lebih mencintai Nabi, mendekati tanggal 12 Rabiul Awal yang diyakini sebagai hari kelahiran Rasulullah, Maulid Nabi, perlu kita putar kembali ingatan kita kepada besarnya kasih sayang dan pengorbanan beliau untuk umatnya. Kasih sayang itu, bahkan menjadi sifat Rasulullah yang difirmankan Allah Ta'ala:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (QS. At-Taubat : 128)

Dalam menjelaskan ayat ini, Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur'an mengatakan, "Allah tidak mengatakan 'rasul dari kalian' tetapi mengatakan 'dari kaummu sendiri'. Ungkapan ini lebih sensitif, lebih dalam hubungannya dan lebih menunjukkan ikatan yang mengaitkan mereka. Karena beliau adalah bagian dari diri mereka, yang bersambung dengan mereka dengan hubungan jiwa dengan jiwa, sehingga hubungan ini lebih dalam dan lebih sensitif."

Sedangkan Ibnu Katsir dalam Tafsir Qur'anil Adzim berkata, "Allah SWT menyebutkan limpahan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada orang-orangy mukmin melalui seorang rasul yang diutus oleh-Nya dari kalangan mereka sendiri, yakni dari bangsa mereka dan sebahasa dengan mereka."

Diantara kasih sayang dan pengorbanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah tiga hal berikut:

1. Selalu Menginginkan Keselamatan dan Kebaikan bagi Umatnya

Rasulullah senantiasa menginginkan keselamatan dan kebaikan bagi umatnya, meskipun pada saat itu mereka masih menentang dakwah Rasulullah. Bahkan memusuhi dan menyakiti hati Sang Nabi. Rasulullah tidak ingin umatnya diadzab Allah, meskipun malaikat telah datang menawarkan bantuan, seakan malaikat itu sudah tidak sabar dengan penderitaan Muhammad akibat permusuhan kaum/kabilah tertentu.

Hari itu, Rasulullah berdarah-darah. Kakinya terluka oleh lemparan batu penduduk Thaif. Bukannya menerima dakwah Rasulullah, mereka justru mengusir Rasulullah dengan cacian dan batu. Betapa sedih hati Rasulullah saat itu. Kesedihannya bukan karena merasakan sakitnya darah mengalir, tetapi karena umatnya belum mendapat hidayah. Jika air mata Rasulullah berlinang pada saat itu, itu bukan karena perihnya luka, tetapi karena sayangnya beliau kepada umat.

Rasulullah kemudian bersimpuh, berdoa kepada Allah dengan doa yang menyayat hati, terutama bagi Zaid bin Haritsah yang menemani beliau saat itu: "Ya Allah, kepadaMu juga aku mengadukan kelemahan kekuatanku, kekurangan siasatku dan kehinaanku di hadapan manusia. Engkau Yang Paling Pengasih, Engkau adalah Tuhannya orang-orang lemah, Engkaulah Tuhanku, kepada siapa hendak Kau serahkan diriku? Kepada orang jauh yang bermuka masam kepadaku, ataukah musuh yang akan menguasai urusanku? Aku tidak peduli asalkan Engkau tidak murka kepadaku, sebab sungguh teramat luas rahmat yang Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung dengan DzatMu yang menyinari segala kegelapan dan yang karenanya urusan dunia dan akhirat menjadi baik, agar Engkau tidak menurunkan kemarahanMu kepadaku atau murka kepadaku. Engkaulah yang berhak menegurku hingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan kekuatan selain denganMu"

Saat itulah kemudian malaikat datang kepada beliau dengan menawarkan bantuan untuk menghukum penduduk Thaif. "Wahai Rasulullah, berilah aku perintahmu. Jika engkau mau aku menghimpitkan kedua bukit ini pun niscaya aku akan lakukan!"

Rasulullah menjawab, "Jangan... Jangan! Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah semata, tidak disekutukanNya dengan apa pun... !" Berkat doa Rasulullah ini, beberapa tahun kemudian penduduk Thaif menjadi ahli tauhid. Bahkan ketika ada kasus murtad sepeninggal Rasulullah, Thaif merupakan salah satu daerah yang steril dari kemurtadan.

Pada kesempatan yang lain, sahabat beliau Thufail bin Amr datang mengadukan kaumnya yang tidak mau menerima dakwah, bahkan menentangnya. Thufail meminta Rasulullah berdoa kepada Allah untuk kehancuran penduduk Daus, namun beliau berdoa dengan doa lain yang membuatnya terpesona. “Ya Allah, tunjukilah penduduk Daus dan bawalah mereka ke sini sebagai orang-orang Islam,” berkat doa Rasulullah ini, kelak ketika seusai perang Khaibar penduduk Daus datang ke Madinah untuk memberikan kabar gembira keislaman mereka. Tak kurang dari 80 keluarga datang bersama Thufail saat itu.

Demikian juga dalam banyak kesempatan yang lain. Ketika orang-orang Quraisy dan kafir lainnya menentang Rasulullah dan mencaci makinya, beliau kerap membalas kejahatan mereka dengan doa: "Allaahummahdii qaumii, fainnahum laa ya'lamuun" (Ya Allah, ampunilah kaumku. Sesungguhnya mereka belum mengetahui).

Keinginan Rasulullah agar umatnya berada dalam keselamatan dan kebaikan serta terhindar dari adzab ini diijabahi Allah dengan ketentuanNya. Dia mengistimewakan umat Muhammad dengan tidak menurunkan adzab kepada mereka. Tidak seperti kaum terdahulu, di saat mereka ingkar kepada ajaran Nabi, mereka dihukum dengan adzab yang menghancurkan dan menghabisi riwayat kaum tersebut.

2. Memberi Syafaat bagi Umatnya

Inilah kasih sayang dan pengorbanan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang kedua, yang tidak dimiliki oleh para nabi sebelumnya. Yakni syafaat untuk umat.

Sebenarnya, setiap Nabi diberikan doa mustajab oleh Allah. Namun, nabi-nabi sebelumnya telah menggunakan doa tersebut, sebagiannya sebagai senjata pamungkas untuk menghancurkan orang-orang kafir dengan adzab Allah. Adapun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menyimpan doa tersebut sebagai syafaat bagi umatnya, kelak di hari hisab.

Rasulullah bersabda:

لِكُلِّ نَبِىٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِىٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّى اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِى شَفَاعَةً لأُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِىَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِى لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا
"Setiap Nabi memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi menyegerakan doanya. Dan sesungguhnya aku menyembunyikan doaku sebagai syafa'at bagi umatku pada hari kiamat. Dan insya Allah syafa'atku untuk setiap orang yang mati dari kalangan umatku dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun" (HR. Muslim)

Subhanallah… Rasulullah bersabar dengan kesabaran yang sempurna, bahkan tidak dimiliki oleh Nabi sebelumnya, untuk tidak menggunakan "doa pamungkas" itu kecuali di akhirat nanti, sebagai syafaat bagi umatnya.

Dalam hadits lain yang sangat panjang, dikisahkan bahwa nanti di hari kiamat manusia ingin memperoleh syafaat. Mereka datang meminta syafaat kepada Nabi Adam, Ibrahim, Nuh, Musa, dan Isa. Tetapi semuanya malu meminta syafaat kepada Allah. Maka mereka pun mendatangi Rasulullah, dan beliau pun memintakan syafaat kepada Allah.

3. Meringankan Sakaratul Maut Umatnya

Kasih sayang dan pengorbanan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang tidak kalah besarnya terjadi pada akhir hayat beliau. Saat itu, Malaikat maut ditemani Jibril datang kepada beliau mengabarkan hendak mencabut nyawa beliau.

“Bolehkah aku masuk?” kata seseorang yang mengetuk pintu rumah Rasulullah. Saat itu Fatimah menunggui sang Nabi.
“Maaf, ayahku sedang demam,” jawab Fatimah.
Tetapi, Rasulullah yang tahu bahwa tamu itu adalah malaikat, beliau menyuruh Fatiman mempersilakan. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” Fatimah menahan tangis, sadar akan berpisah dengan ayah tercinta.

Malaikat maut datang menghampiri, lalu mengajak Jibril setelah Rasulullah menanyakannya.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah, suaranya telah melemah.
“Pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ” kata Jibril.
Di saat seperti itu, Rasulullah tetap memikirkan umatnya. Beliau tidak puas dengan jawaban Jibril untuk beliau saja.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini wahai kekasih Allah?” tanya Jibril. “Wahai Jibril, bagaimana dengan nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Setelah itu, sesuai perintah Allah, malaikat maut perlahan-lahan mencabut ruh Rasulullah. Fatimah dan Ali yang duduk di dekat Nabi tak kuasa menahan air mata. Bahkan Jibril juga tak "tega." Namun, Rasulullah justru meminta agar beliau menanggung sakaratul maut umatnya.
“Ya Allah, dahsyat nian sakaratal maut ini, biarlah aku menanggung sakaratul maut ini, jangan (beratkan sakaratul maut) pada umatku," pinta Rasulullah. Setelah berwasiat “Ummatii, ummatii, ummatiii!” beliaupun menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Sang Nabi terakhir yang sangat mencintai umatnya itupun menghadap Allah untuk selamanya. Fatimah dan Ali tak kuasa menahan duka dan kesedihan.

Kita pun sangat pantas bersedih, bahkan di saat kita belum melakukan apapun untuk Islam, Rasulullah telah menanggung (sebagian) sakitnya sakaratul maut kita.

Pertanyaannya, apakah kita kemudian terpanggil untuk lebih mencintai Nabi, mengikuti dan meneladaninya? Semoga momentum maulid Nabi membuat kita sadar kasih sayang dan pengorbanan Rasulullah, lalu kita pun mencintai Nabi, mengikuti dan meneladaninya. Wallaahu a'lam bish shawab. [Abu Nida]
Read More

Tuesday, January 28, 2014

TEKS DAKWAH TENTANG AKHLAK RASUL

0




السَلامُ عَلَيْكُم وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه......
 الحَمدُ لِله, الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالِميْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُورِ الدُنْيَا وَالدِّيْنِ وَ الصَّلاةُ وَ السَّلاَمُ                  عَلَى أَصْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَ المُرْسَلِيْنَ وَ عَلَى ألِهِ وَالصَّحْبِهِ أَجْمَعِيْنُ. أمَّا بَعْد                      .

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja puji dansyukur kepada khadirat allah y ang maha gopur, yang mana dia telah member negeri subur walaupun belum semuanya makmur,mungkin kita kurang bersyukur kepada nikmat sehat dan panjang umur, semoga sifat takabur hancur terkubur amiin….
  Salam dan solawat dengan khidmat semoga tercurah kepada sang pembawa rahmat, sebagai pemimpin umat, penghapus maksadat, penghancur dulumat semoga kitamendapat syapa’at nanti di akhirat amiin…
  Para alimil ulama,para zuama,para muhkama anun ku simkuring di pihormat para toskoh masyarakat dari aparat sampai rakyat anu ku simkuring di pihormat.para ibu-ibu para bapa-bapa anu kumpul ngariung,anu di kopeah anu di tudung,anu di calana anu di sarung,anu irungna pesek atanapi anu  mancung,anu pesakna kemps atanapi anu kembung anu bungah anu bingung,anu pendek anu jangkung,orang kota atanapi orang kampoeng anu isterina hiji atanapi anu nyandung sami sadyana ku simkuring di pihormat.aya didieu  nu nayndung???? Doaken nu nyandung cing di tambahan dei pamajikan nana……
    Hadirin rohimakumulloh
   Hadirin upami urang nitenan ken diri alam kiwari,anu khususna di Negara urang Indonesia sungguh kita sanagt pilu bang malu.dimna musibah dan malapetaka terus beruntuy bertubi-tubi datng silih berganti maksiat dan mungkarot semakin menggila perjudian,mabuk-mabukan,perjinahan,pencurian, pemerkosaan, bahkan

pembunuhan semakin merajalela. Para aparat para pejabt para konhlomerat ges te malire kana nasib rakyat korupsi,kolusi, jeng nepotisme jeng perampogan hak-hak anggaran rakyat ges jadi lumrah.gaya kahirupan manusa ges patukang tongong jeng nilai-nilai ka islaman

   Remaja jeng pemuda zaman ayena asate modern lamun mnehna can ngopi narkoba nepi ka nyungseb dina solokan,  nu paling nyeri ayen awewe? Di injek-injek harga dirina lain ku batur tapi ku mnehna sorangan.buktina loba awewe anu ngumbar orat tapi ges te boga dei rasa ka era. Akibatna ayena marak jeng merabak perzinhan,pelacuran,jeng pemerkosaan.akibatna hadiein allah murka akhirna nurunken adzab kaurang sararea pantas rasul bersabda


   Dimnana-mana zina jeng riba ges jadi lumrah di hiji kampunh hiji daerah hiji Negara maka halal turuna adzab ti allah
Hadirin
Tingal jeng toong ku urang ti mimiti tsunami,gempa bumi,gunung meletus,angin putting beliung, banjir bandang,   tanah longsor, kebakarankapal ragrag, mobil nabrak jlema, jelama nabrak mobil aya nu kitu ghe.kpal cai yi telem, kareta ti gulinh nyungseb asup ka sawah, naon sababna?? Sabab manusa laku lampahna ges patukang tongong jeng aturan-aturan allah jeng rasulna, padahal dawuhan allah dina al-qur’an
Temen bukti dina diri rasul ges aya conto anu alus
Hadirin kaum muslimin walmuslimat rahima kumullah rasulullah S.A.W mangrupiken insan terpilih tur pinilih, insan sempurna tur paripurna. Seorang repormis sejati dunia yang membawa perubahan dalam setiap aspek kehidupan, rasul mangrupikan modal+model pemimpim sejati dunia panta siti aisyah rodiallahu anhu berkata
Rasul is te walking of qur’an, akhlak rasul bagaikan al-qur’an yang berjalan
  Na kumha cenah kubisa rasul jadi peinpin sadayana pemimpin?? Ibu bapak, rasul mangrupiken pemimpin umat anu nyaah ka umatna kajen teing manehna lapar asal rakyatna senang.
Eta rasul
Aya  te didie pemimpin nu kitu?? Jauh ti urang mah. Hayng jadi wakil rkyat ngadeketan anju melarat, hayng jadi peminpin ngedeketan anu miskin ngaur ngaur janji nkesana kemari bakal sayng ama wong cilik, nha ari ges jadi pemimpin kalah jadi wong licik leres te bu?? Leres te pak?? Akhirna nu nabeh nabeh nungampar-ngampar nu sebeh-sebeh nu lpar-lapar.
Salajengna selain rasul pemimpin umat rasul juga pemimpin keluarga yang hebat penuh tanggung jawab
Cinta, saying, Ka bojona, nyaah dedeh asih ka pala putrana ku bakat nyaahna rasul ka bojona, ketika rasul manggik ka siti aisyah teu pernah nyebat namina tapi manggilna the ya khumaeroh, wahai pipi yang kemerah merahan, tapi bapamah te kengeng pedah bojo bapak hiding kulitna das ok ka sawah wae jadi we bapak nybatna yaa CANGEUTREUK….
Siti khodijah bahkan isteri isteri ni lain ate  aya nu nyebat name ka rasul tapi nyebat jabatan nana ya rasulallah…. Kan kadang kadamg ibumah nyauran caroge ikiiiiinnn……. Aya nu kitu?
 Tapi ibu tekengeng nurutan mentang mentang suami ibu jabatan na hansip jadi ue ibu nyebatna yaaa HANSIPP tekengeng kitu ya buya
   Kitu ibu ari rasul ma sabab dina dada rasulmah pinuh ku ka nyaah ku ka dedeh jeng ka asih sakumaha pidawuh allah dina al-qur’an


“Jeng te pati pati kami mu agung ngutus anjen Muhammad piken jadi rohmat kasakabeh alam”

Hadirin rohmatna kanjeng nabi the te ka manusa wungkul tapi rohmtna rasul ethh sato, hewan, jeng tutumuhan the bkal ka bagean.contona gera pilari ku bapak dina
babul istinja. Upami bapak bade ka hampangan teras aya liang sapertos di wc bapak te kengeng papang langsung asup kna liang naon sababna?? Sabab saha nu nyaho
dina liang eta aya sirem ker rapat atanapi ker bobogohan, te gugur te angin jol jolan aya banjir ue bau jengkol pdahalmah ci ompol tah hadirin ku saba kitu rahmat asul the tepi ka surem oge..
 Tapi di jaman kiwari eta rasa rahmah jeng kanyaah, ges hamper lenyur luntur tur hancur tina dada manusa tingal ku ibu tingal ku bapa tawuran atnatr pelajar jeng mahasiswa sering terjadi peperangan antar kampong ampir biasa bentrokan aparat jeng rakyat dimna-mna aparat te segan segan ngahisap darh rakyat pejabat jadi penjilat, birokrat jadi penjahat, te daek ngaluarken jakat, harta riba slalu di sikat, bumi orang dia embat, padahal isteri sudah 4 mobil sudah menkilat, gedung sudah bertingkat, gigi sudah berkawat, angerv te daek ngaluarken zakat akhirnya rakyat sulit berdaulat bangsapun jadi kiamat
Tingal dei kuurang te sakedik te sakedik akibat hilangna rasa rohmah orang tua nu nganiaya anakna soranagn. Anak nu ngabinasa kolotna sorangan. Perpecahan antar golongan sili ledek, sili hina, sili jejeleh jeng sasama padahal saur rasul
Jeng kudu nyepeng pageh aranjen kabeh kana tambang allah nyaeta gama islam sakabehna jeng pama ulah pecah belah
Ayat iye hadirin mangrupiken seruanti allah ka urang sadayana supaya ulah pahilir-hilir cai ulah pagirang-girang tampian… supaya silih asah silih asuh silih simbeh ku ka dedeh. Hirup runtut reaut sauyunan hirup kumbuh babarengen dina enggonign nyiptaken hirup anu pinuh ku ka damaian keamanan ke nyamanan dan ketentraman. Ulah gara-gara beda paham saetik indah masjid, gara-gara beda golongan pisah RW, gara-gara beda partai silih musuhanha
  Padahal allah nyiptaken manusa beda-beda suku,bahasa, agama jeng warna kulit maksadna LITA’ARROFU supaya silih kenal, silih pikanyaah, silih hargaan, jeng sili tulungan, sehingga dina bidang agama, dina bidang social atanapi umun siap gotong royong sabilulungan demi terwujudna cita cita urang nyaeta
Iye bakal terwujud lamun urang daek niru tur nyonto ka rasul, mudah mudahan urang sadayana tyasa nyontoan kana akhlak rasulullah S.A.W
Hadirin ti simkuring di cekapken sakitu hapunten bilih aya kalepatan……


وَ بِاللهِ تَوْفِقِ وَ الهِدَايَةِ وَالرِّضَى وَالعِنَايَةِ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ





 SEKIAN
Bagi kawan-kawan semua, sekiranya jika ceramah ini hendak digunakan untuk keperluan kawan-kawan, maka saya sarankan harus dengan ekspresi yang sesuai dengan kalimat ceramah tersebut ya, supaya lebih relevan dengan kalimatnya. Syukron
MOCH RIDWAN FAOZI 1/28/2014

Read More