Cendekiawan
Muslim Bidang Ilmu Pengetahuan
1.
Al Farabi
Al farabi adalah tokoh cendekiawan
muslim di bidang fisika dan filsafat. karya-karya tulis beliau sangat
bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih saat ini,
sehingga buku-bukunya banyak diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di seluruh
penjuru dunia.
Al farabi nama lengkapnya adalah abu
Nars Muhammad Al Farabi. Lahir di Wasij, salah satu desa di Farab,
(Transoxania) pada tahun 870M.Ia berasal dari Turki dan tinggal selama 20 tahun
di Bagdad (Irak), dalam rangka menuntut dan sekaligus mengembangkan ilmu
pengetahuannya. Pada tahun 950M beliau wafat dalam usia 80 tahun.
2.
Ibnu Sina
Ibnu sina yang nama lengkapnya Abu
Ali Husain bin Abdullah Ibnu Sina dilahirkan di suatu daerah dekat Bukhara
yaitu Afahan pada tahun 980M. Ssarjana-sarjana barat menyebutnya
"Avicena". Beliau adalah sarjana muslim yang ahli di bidang ilmu
biologi, kedokteran dan filsafat.
Pada usia 20 tahun dia telah menulis
sebuah esiklopedi tentang ilmu kedoteran yang dikenal dengan nama The Canon.
Buku-buku lain yang ditulisnya adalah : Any Syifa, An Najat, Al Qanun. Dalam
bahasa inggrisnya disebut Canon of Medicine.
Buku ini sampai akhir abad ke 17
dipakai sebagai standar oleh universitas-universitas di Eropa.
Ibnu sina wafat pada tahun 1037
namun walaupun beliau telah tiada, kehebatan dan keharuman namanya masih
menggema sampai saat ini.
3.
Al Biruni (973-1048)
Dia adalah seorang cendekiawan
muslim yang meletakkan dasar-dasar ilmu perbintangan modern dan terbesar
disepanjang sejarah.
Dia telah menentukan dengan teliti
garis lintang dan garis bujur dan membicarakan kemungkinan bumi berputar pada
sumbunya. Diselidiki pula olehnya kecepatan yang tak terhingga dari suara dan
cahaya. dia tidak membatasi diri pada ilmu pasti dan ilmu perbintangan tapi
juga berhasil menentukan berat jenis 18 batu permata, logam dan lain
sebagainya.
Dari gambaran singkat diatas,
jelaslah bagi kita bahwa para cendikiawan muslim dalam bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi telah memberikan warisan yang tak ternilai harganya bagi
kehidupan manusia modern sampai sekarang dan terus berkembang sampai akhir
zaman.
Namun demikian saut hal yang perlu
diingat bahwa ilmu pengetahuan dan tenologi hendaklah dijadikan suatu mementum
atau kesempatan untuk mempertebal keyakinan dan keimanan kita tentang kebesaran
Allah SWT.



0 comments:
Post a Comment