Friday, July 11, 2014
kenapa libur hari minggu?
Sebenarnya
bukan hanya Minggu yang dijadikan hari libur. Bangsa Arab menjadikan
Jum’at sebagai hari libur, karena mereka menganggap Jum’at adalah hari
untuk ibadah. Alasan sama pula yang digunakan bangsa Yahudi dalam
menganggap Sabtu sebagai hari libur. Namun, Minggu memang menjadi hari
libur yang sifatnya lebih universal, karena diterapkan di hampir seluruh
dunia. Tradisi libur pada hari Minggu dimulai sejak zaman Romawi Kuno.
Pada waktu itu, bangsa Romawi Kuno beribadah pada hari Minggu, karenanya
mereka pun menjadikan hari tersebut sebagai hari libur. Seiring dengan
itu, orang-orang Romawi Kuno juga selalu menandai hari-hari libur atau
hari-hari penting dengan warna merah. Pada masa kejayaannya, bangsa
Romawi menguasai banyak negara di Eropa, dan kekuasaannya meliputi
Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan lain-lain. Karena itu pula,
tradisi libur pada hari Minggu pun kemudian diterapkan pada
negara-negara jajahan Romawi, termasuk Belanda. Ketika Belanda menjajah
Indonesia selama 350 tahun, tradisi libur di hari Minggu pun
diperkenalkan di Indonesia. Hal yang sama terjadi ketika negara-negara
lain dijajah Inggris, Jerman, atau lainnya. Hingga hari ini, libur di
hari Minggu masih diterapkan di Indonesia, juga di negara-negara lain,
dengan alasan sebagai waktu istirahat setelah orang bekerja selama enam
hari. Pemerintah Indonesia juga menetapkan hari Minggu sebagai hari
libur nasional, dan kalender Indonesia pun mewarnai hari libur dan
hari-hari penting dengan warna merah— persis seperti bangsa Romawi Kuno.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment